Pelestarian warisan budaya Pencak Silat Korem 172 Berkolaborasi dengan IPSI di Jayapura

0
15
Bogopapua.com

BogoPapua.net JAYAPURA – Korem 172 / PWY mengadakan komunikasi sosial yang kreatif (Komsos) pada Senin (29/6/2020) dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia Pencak Silat (IPSI) Indonesia di Jayapur di Makorem Hall 172 / PWY.

Pernyataan yang diterima malam ini oleh editor melalui Penrem 172 / PWY PR, Korem 172 / PWY Brigadir Jenderal Isaac Pangemanan mengatakan bahwa kegiatan ini adalah salah satu kegiatan Korem 172 / PWY dengan tujuan menciptakan keragaman dalam pasukan pertahanan negara melalui pelestarian pencak-sila sebagai budaya Indonesia.

Lebih lanjut, Danrem mengatakan, pencak silat adalah budaya dari Jawa. Tetapi ada banyak anak-anak Papua asli di Papua yang bergabung dan berlatih di berbagai lembaga seni bela diri. Menurutnya, ini adalah sesuatu yang baik untuk terus berkembang.

"Kami juga ingin membentuk sumber daya manusia Indonesia yang kreatif, inovatif dan dapat beradaptasi, terutama di Jayapuri, untuk memenuhi tantangan kehidupan nasional dan negara saat ini dan di masa depan." Ini juga merupakan tempat untuk persahabatan dengan rekan-rekan seni bela diri di Papua, terutama di Jayapuri. " Dia berkata.

Pada kesempatan itu, Komandan Korema 172 / PWY, Brigadir Jenderal Isaac Pangemanan, meminta semua sekolah seni bela diri di Jayapura untuk bergandengan tangan menjaga persatuan dan integritas di Tanah Cenderawasih.

Ditargetkan pada MON 2021

Sementara Alvius Demena sebagai Ketua IPSI Kabupaten Jayapura mewakili Ketua IPSI Prov. Dalam pidatonya, Papua menyampaikan bahwa pencak silat adalah salah satu budaya masyarakat Indonesia yang tinggal di seluruh wilayah negara, termasuk provinsi Papua.

"Kami membutuhkan dukungan semua pihak untuk mengembangkan pencak silat di Papua sehingga kami dapat bersaing dengan provinsi lain di Indonesia. Kami berharap dapat memenangkan 3 medali dari 23 medali kompetitif di MON XX. 2021 di Papua," harapnya.

Lebih lanjut, Alvius berharap dengan pertemuan ini akan ada pemantauan terus menerus, sehingga semakin banyak generasi muda kita akan tertarik untuk menjadi atlet seni bela diri di Papua.

“Saya berharap baik administrator dan pelatih di perguruan tinggi sehingga mereka dapat lebih aktif dalam melatih atlet kita dan dapat bekerja sama dengan Korem untuk mengadakan pertandingan atau kejuaraan di Korema 172 / PWY,” kata Alvius.

Berurusan dengan PON XX akan dibagi menjadi 3 fase seleksi yang akan dilakukan dari bulan Juni hingga Oktober di fase pertama dan akan ada promosi dan degradasi lebih lanjut, sehingga harus ada keinginan atlet untuk meningkatkan kualitas, karena jika kualifikasi terus dapat berpartisipasi dalam PON XX.

Dalam kegiatan ini, simpati dari Komandan Korem 172 / PWY juga dibagikan sebagai bentuk perhatian sehingga dapat memberikan dorongan dan antusiasme kepada para atlet beladiri yang hadir dan universitas.

Acara berakhir dengan pertunjukan dan atraksi dari semua kursus seni bela diri yang ada. (ist / Josemaria)

Pasca Pelestarian Warisan Budaya Pencaka Silat Korem 172 Berkolaborasi dengan IPSI karena Jayapura pertama kali muncul di Bogopapua.net | Portal Berita Pusat Papua dan Mamberamo Secara kritis dan konstruktif.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here